SEMINAR SMART PARENTING BERSAMA USTADZAH ASTRI IVO DENGAN TEMA “ORANG TUA HEBAT DI ERA GADGET” Kampus Raflesia Depok, 10 Desember 2015




Menghadirkan Astrie Ivo, sebagai narasumber.

Astri Ivo, siapa tak kenal dengan Ustadzah yang satu ini. Walaupun usia sebenarnya sudah melewati 50an, ia tetap terlihat cantik, energik dan terkesan awet muda. Astri telah bermain film sejak masih berumur 5 tahun. Kala itu, ia diajak Bapak Perintis Perfilman Indonesia, Usmar Ismail (alm) untuk membintangi film The Big Village (1969). Astri mendapat penghargaan sebagai Pemain Cilik Terbaik pada FFA (1971) di Taipei lewat debutnya dalam film Samiun dan Dasima (1970). Sejak itu, puluhan film telah dibintanginya, sampai dengan era 80-an. Menikah dan menggondol gelar sarjana di German, Astri kemudian balik ke tanah air, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. ¤ Suatu ketika seberkas cahaya datang merasuk dan merubah pandangannya tentang kehidupan. Astri, perlahan namun pasti meninggalkan gemerlapnya industri showbiz tanah air. Astri berupaya menjadi istri solehah dan sekaligus ibu dari sebuah keluarga sakinah, mawadah dan warahmah. Astri tak ingin keluarga yang dibinanya tak utuh sebagaimana keluarga kedua orang tuanya yang berpisah di kala Astri masih kanak-kanak. ¤ Pengalaman tumbuh sebagai anak, bintang remaja kemudian menjadi istri sekaligus ibu di usia muda dituangkan oleh Astri dalam buku "Sepasang Sayap Menuju Surga" terbitan Erlangga. Buku ini bisa menjadi referensi yang pas bagi pembacanya. Sebab, tidak ditulis berdasarkan teori semata belaka tetapi, bersumber dari perjalanan kehidupan seorang Astri Ivo. Buku yang mengulas jejaknya, semenjak dalam buaian hingga ia dipercaya oleh Allah untuk melahirkan, mengasuh, membesarkan sekaligus mendidik anak-anaknya agar sukses mengepak sayap di muka bumi dan mendapat keselamatan kelak di akherat. ¤ Astri Ivo, selaku Ustadzah terus berupaya mengamalkan ilmunya kepada segenap masyarakat melalui serangkaian ceramah dan menulis buku-buku Islami. Bukunya adalah puncak pencapaiannya dalam menyusun dan merangkai ribuan kata hikmah yang didapatnya dari pergolakan kehidupan.

Astri Ivo menuturkan, Buku adalah jendela pengetahuan dan peradaban dari zaman ke zaman. Adalah membahagiakan bila pembaca dapat mendulang manfaat daripada bukunya. Bagaimanapun, anak-anak adalah aset paling berharga dan tanaman surga bagi kedua orang tuanya.

Mendidik anak-anak di akui oleh Astrie tidaklah mudah. Meskipun demikian, mereka tetaplah perlu dididik dengan sabar dan penuh kasih.
 “Menurut Astrie Ivo, mendidik anak harus penuh kelembutan tapi tegas. Dalam urusan mengasuh buah hati, tentunya tidak dapat dilakukan sendirian. Hal tersebut juga dirasakan oleh Astrie. Sebab menurutnya, anak juga membutuhkan figur ayah. Tidak hanya ibu saja. Selalu ada kata maaf jika berkomunikasi dalam keluarga. Karena saya ingat sekali pesan ibu. Kalau ada yang pahit, telan saja sebagai obat buat kehidupan. Jangan hanya mau yang manis-manisnya,” terangnya.Menurut Astrie Ivo bahwa menjadi orang tua tidak ada sekolahnya akan tetapi memiliki tanggung jawab sampai di Akherat sehingga tugas orang tua mengantarkan anak sampai menginjak kaki di surga, karena anak adalah investasi di akhirat. 
Setiap anak itu cerdas, cuma kadarnya yang berbeda, maka tugas orang tua mengarahkan setiap kecerdasan anak, mendidik harus berdasarkan nilai, karena itu pentingnya orang tua memberi kesempatan anak berdasarkan potensinya, maka ia akan profesional. Main game boleh asal ada pendampingan orang tua dan hars proporsional dengan waktu, main gadget boleh tapi harus diimbangi dengan pendekatan spiritual sehingga dalam menggunakan gadget harus dapat memberikan nilai manfaat.